Oleh: Satria Hadi Lubis
Jadilah bagai jantung. Tidak terlihat, tetapi terus berdenyut, menghidupkan.
Seperti jantung, teruslah berkarya dan menebar manfaat bagi orang lain. Tak peduli dilihat atau tidak dilihat orang lain.
——–
Jika engkau dijauhi orang karena engkau membela akhiratmu, maka berbahagialah. Jika engkau didekati orang karena engkau membela duniamu, maka bersedihlah.
Jika engkau ingin bermewahan di akhirat, maka tinggalkanlah kemewahan dunia. Jika engkau ingin kemewahan dunia, maka besar kemungkinan akhirat akan meninggalkanmu.
——–
Zuhud secara bahasa artinya lawan dari cinta dan semangat terhadap dunia.
Berkata Ibnul Qayyim, “Zuhud mengandung arti berpaling darinya dengan meremehkan dan merendahkan keadaannya karena sudah merasa cukup dengan sesuatu yang lebih baik darinya (yakni ridho Allah).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Zuhud adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat di akhirat, adapun wara’ adalah meninggalkan apa-apa yang ditakuti akan bahayanya di akhirat’.”

Tinggalkan komentar