By. Satria hadi lubis
KETIKA saya antri di ATM beberapa hari lalu, ada seorang istri yang juga sedang antri membentak suaminya dengan kata “be*o loe.” Pelan sih ngomongnya, tapi hentakan kalimatnya bernada tinggi.
Saya terus terang kaget dengan kata kasar semacam itu, apalagi dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Mungkin pada kultur masyarakat tertentu kata-kata kasar semacam itu sudah lumrah diucapkan dan dianggap biasa. Seperti biasanya anak-anak muda sekarang ngomong “an*ing” tanpa merasa bersalah.
Namun dalam komunikasi suami istri sebaiknya kata-kata kasar tak diucapkan. Malah sebaliknya ucapan ajaib (magic words) perlu sering kita ucapkan sebagai modal utama menjaga kerukunan antar suami istri. Beberapa ucapan ajaib tersebut adalah :
- Salam
Membiasakan mengucapan salam “assalamu’alaikum”, baik ketika bertemu langsung atau via telpon. Ucapan ini adalah doa tentang keselamatan dan keinginan untuk berdamai antar suami istri. - Dzikir
Membiasakan ucapan yang mengandung dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu. Misalnya, “Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Masyallah, Insya Allah, Barakallah”, dan lain sebagainya. Bukan ucapan: “Astaga! Gila! Buset!” Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri suami istri. - Tolong
Membiasakan untuk mengucapkan kata “tolong” kepada pasangan setiap kali meminta bantuan. “Tolong ambilkan minuman” atau “Tolong bantu angkat galon ini” misalnya. Jika terbiasa dengan kata “tolong”, maka akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong. - Terimakasih
Biasakan mengucapkan kata terima kasih atau jazakallah/jazakillah khoiron katsiro kepada pasangan untuk berbagai hal yang positif walau sepele, sebagai apresiasi kepada pasangan yang telah memberikan pertolongan. Ini cara untuk menghargai pasangan dan menumbuhkan kebesaran jiwa. - Maaf
Biasakan untuk tidak malu berkata “maaf” atau “afwan” kepada pasangan. Jangan gengsi untuk lebih dulu minta maaf. Bahkan kalau perlu kata “maaf” itu menjadi kata “wajib” yang diucapkan walau tidak merasa bersalah. Orang yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh rasa welas asih dan tidak pendedam, sekaligus menggerus rasa sakit hati. - Iya / Baik
Biasakan mengucapkan kata “iya/baik” sebagai respon dari nasihat atau masukan dari pasangan. Jangan langsung tidak setuju. Cerna dulu sebelum berkata tidak. Kalau kita tidak setuju katakan saja “Oke saya pikirkan dulu…” atau diam. Ungkapan “iya/baik” membuat pasangan merasa dihargai dan dipedulikan. - Izin/Permisi
Biasakan meminta izin atau permisi kepada pasangan dalam berbagai kondisi. Termasuk meminta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya. Juga mengucapkan “permisi” ketika kita melangkahinya untuk mengambil sesuatu. Hal ini membentuk karakter sopan dan santun. Khusus untuk istri, meminta izin ketika keluar rumah hukumnya wajib. - Doa
Jangan lupa untuk selalu mendoakan pasangan. Kata-kata “Semoga…” atau ucapan doa lainnya perlu sering diucapkan kepada pasangan. Sebab doa adalah senjatanya orang mukmin dan sebab turunnya keberkahan dalam hubungan suami isteri.
Semoga dengan sering mengucapkan magic words (ucapan ajaib) kepada pasangan baik dalam percakapan langsung atau online, maka doa kita tentang keinginan dianugerahi pasangan yang qurrota a’yun (penyenang hati) menjadi terwujud.
“Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’”. (Qs. 25 ayat 74)
https://payungrumah.id/2025/04/10/ucapan-ajaib-untuk-pasangan/

Tinggalkan komentar