KAUM YANG MENUNGGU

1–2 menit

By. Satria hadi lubis

“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan MENUNGGU (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu” (Qs. 57 ayat 14).

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, “yaitu orang-orang munafik menyeru orang-orang mukmin seraya mengatakan, “Bukankah kami dahulu ketika di dunia ada bersama kalian, kami bersaksi bersama kalian, kami shalat berjamaah bersama kalian, kami wuquf di Arafah bersama kalian, dan kami ikut berperang dan menunaikan kewajiban lainnya bersama kalian?” Orang-orang mukmin menjawab kepada orang-orang munafik, “(Memang benar) kalian selalu bersama kami, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu kehancuran kami dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong.” Sebagian ulama salaf berkata bahwa kalian mencelakakan diri kalian sendiri dengan kesenangan, perbuatan maksiat, dan hawa nafsu serta kamu menunggu (kehancuran kami), yaitu kalian menunda-nunda taubat dari waktu ke waktu.”

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa salah satu ciri orang munafik adalah MENUNGGU. Mereka suka menunda-nunda bertaubat dan bersenang-senang dalam maksiat. Malas melakukan ibadah serta amal kebaikan.

Orang munafik tidak yakin akan kebenaran Islam, apalagi memperjuangkannya. Mereka hanya berpura-pura dalam amal Islam. Bahkan di dalam hatinya mereka menunggu kehancuran Islam.

“Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (Qs. 4 ayat 142)

Jika ciri orang munafik adakah SUKA MENUNGGU, maka ciri orang beriman sebaliknya, yakni SUKA MENJEMPUT KEMULIAAN. Orang beriman bergegas melakukan ibadah dan amal kebaikan. Mereka bersegera dalam dakwah. Bergegas bertaubat dan membela serta memperjuangkan Islam sebagai bukti keimanan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.

“Dan BERSEGERALAH kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. 3 ayat 133)

Sahabat….teruslah semangat menjemput kemuliaan. Aktif berdakwah dan menebar kebaikan serta mencegah kemungkaran. Jangan menjadi kaum yang menunggu!

Tinggalkan komentar