Seorang lelaki yang memutuskan untuk keluar dari kantornya yang lama, kemudian mendapat panggilan untuk bekerja di kantor barunya yang ia masukkan lamaran beberapa pekan yang lalu.
Ia lantas bertanya kepada gurunya, “Apakah nanti teman-teman kantorku yang baru adalah orang baik?”
Gurunya balik bertanya, “Bagaimana dengan teman-temanmu di kantor yang lama? Apakah mereka orang baik?”
“Iya, mereka semua orang baik,” Jawabnya.
“Kalau begitu, teman-temanmu di kantor baru pasti orang baik!” Kata gurunya tegas.
Demikianlah. Di manapun kita berada, orang-orang di sekeliling kita tetap sama, mereka tergantung bagaimana cara kita bergaul.
Jika kita memperlakukan orang lain dengan sopan santun, maka orang pun akan sopan dan santun kepada kita. Itulah sebabnya jika di kantor lama ia memiliki teman yang menyenangkan, pertanda ia memang pandai membahagiakan orang lain pula.
Maka tak perlu khawatir, karena teman-teman barunya pasti akan memandangnya dengan cara yang sama seperti ia memandang orang lain.
Berapa banyak orang yang bergonti-ganti pekerjaan dengan alasan selalu saja mendapat teman-teman yang tidak baik. Berapa banyak pula orang yang berpindah-pindah rumah dengan alasan selalu saja mendapat tetangga yang tidak baik.
Apa jangan-jangan diri sendirilah yang kurang baik dalam bergaul? Karena hakikatnya orang lain hanyalah pantulan cermin dari diri sendiri.
Seperti sebuah alat treadmill yang biasa berada di tempat-tempat fitness. Saat kita bertanya kepada petugas di sana, apakah alat ini bisa berputar cepat atau tidak? Tentu petugas tersebut akan menjawab, “Tergantung apakah Tuan bisa berlari cepat atau tidak….!”
“Seorang mukmin, adalah cermin bagi mukmin lainnya” (HR. Abu Dawud).
Edited by. Satria hadi lubis

Tinggalkan komentar