By. Satria hadi lubis
HIDUP ini jangan terlalu enak nanti lupa kepada Allah
Fir’aun terlalu enak jadi penguasa sampai lupa diri mengaku Tuhan, akhirnya ditenggelamkan!
Qorun terlalu enak jadi milyarder sampai dirasuki kejumawaan, akhirnya dihempaskan!
Haman terlalu enak menjadi pejabat sampai menjilat tanpa malu, akhirnya dicampakkan!
Maka….Segeralah turun sejenak dari ketinggian!
“Celupkan tanganmu ke dalam lautan,” sabda Rasulullah saw ketika ada sahabat yang bertanya tentang perbedaan dunia dan akhirat, “air yang ada di jarimu itulah dunia, sedangkan sisanya adalah akhirat”.
Bersiaplah untuk menyelam di “lautan akhirat” dan tinggalkan duniamu.
Dunia mampu membuatmu terkutuk jika tidak waspada.
“Dunia ini terkutuk, semua isinya terkutuk, kecuali mereka yang berzikir dan semisalnya. Mereka yang mengajar dan belajar” (al Hadits)
Bukan engkau tak boleh kaya, tapi bila kekayaanmu telah menghinakanmu, maka engkau tengah menjadi budak dunia.
Bukan engkau tak boleh mendapat jabatan tinggi, tapi bila jabatanmu membuat engkau zalim dan korup, maka engkau telah menjilat rakus kotoran dunia.
Bukan engkau tak boleh berdandan cantik atau tampan, tapi bila kecantikan atau ketampananmu membuatmu maksiat, maka engkau telah mengerdilkan akhiratmu.
Selalu waspada dengan kewaspadaan tingkat tinggi agar tak jatuh tergelincir.
Banyak yang tergelincir tanpa sadar, bahkan masih merasa di jalan yang benar karena setan dan nafsu pandai menipu.
“Tetapi engkau lebih memilih kehidupan dunia. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS al-A’la: 16-17)

Tinggalkan komentar