Rezeki Yang Tidak Disadari

1–2 menit

Dulu, saya mengira sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur’an dan berzikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya pintu rezeki (dapat kekayaan harta).

Padahal justru ibadah-ibadah itu sendiri adalah rezeki.

Karena yang saya pahami bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yang besar, banyak order, banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak aset, seperti kendaraan, dan properti disana-sini.

Intinya rezeki itu adalah: “HARTA”

Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya salah besar.

Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu (liqo’), itu adalah rezeki.

Langkah kaki yang dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki.

Hati yang Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian adalah rezeki.

Punya temen yang sholih dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.

Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.

Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.

Tubuh yang sehat adalah rezeki.
Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.

Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk-bentuk rezeki yang kita tidak sadari.

Suami istri dan anak-anak yang sehat itu juga rezeki. Anak-anak dapat bersekolah lancar itu juga rezeki.

Hidup rukun bersama tetangga juga rezeki.

Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman tulisan tausiah keagamaan yang mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki. Sebab Anda akan mendapatkan ilmu darinya.

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum kita tunaikan.

Astaghfirullah…

ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ

“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid : 20)

Edited by. Satria hadi lubis

Tinggalkan komentar