Oleh. Satria hadi lubis
APA rahasia pernikahan langgeng? Pernikahan sepasang kekasih yang hanya bisa dipisahkan oleh maut? Rahasianya adalah :
1. PUNYA KOMITMEN
BUKAN CINTA yang membuat pernikahan bertahan, tapi KOMITMEN. Komitmen yang dibangun dari awal pernikahan. Jika lupa membuat komitmen di awal pernikahan, tidak ada kata terlambat untuk membuat komitmen tersebut sekarang juga.
Komitmen yang terbaik dalam pernikahan adalah komitmen berlandaskan agama. Sebab komitmen ini membuat pernikahan langgeng sampai negeri akhirat. Sebaliknya, komitmen yang bersifat duniawi saja seperti komitmennya orang yang menikah beda agama atau komitmennya suami isteri untuk setia ini dan itu tapi tidak melibatkan Tuhan akan mudah sekali rapuh (bercerai).
2. MEMBERDAYAKAN PASANGAN
Kenapa ada pasangan suami isteri yang dulu merasa nyaman satu sama lain tapi sekarang sebel jika berdekatan? Hal tersebut karena masing-masing pihak TIDAK SALING MEMBERDAYAKAN. Yang satu terbang mengangkasa, sedang yang lain tinggal di landasan, sehingga lama-lama ada kesenjangan yang makin lebar dalam wawasan dan perasaan. Kesenjangan tersebut menimbulkan perasaan tidak nyaman jika berdekatan, karena merasa gak nyambung dan ujung-ujungnya malah jadi bertengkar.
Dalam rumah tangga, jangan hanya suami saja yang berkembang atau sebaliknya hanya istri saja yang berkembang. Misalnya, suami kuliah setinggi-tingginya, bisa ngaji di luaran, punya pengalaman kemana-mana, pergaulannya luas, bisa beli ini dan itu, namun istrinya ngubek-ngubek di dapur, kasur dan sumur saja. Dengan alasan istrilah yang harus di rumah untuk mendidik anak dan melayani suami. Padahal yang benar adalah suami dan istri memiliki tugas yang sama dalam mendidik anak. Suami dan isteri punya tugas yang sama dalam melayani satu sama lain.
Pemberdayaan pasangan meliputi aspek intelektual, emosional, spritual dan jasmani. Kita harus saling bersinergi dengan pasangan agar sama-sama berdaya pada keempat aspek tersebut.
3. MAMPU MENGELOLA KONFLIK
Tidak ada pernikahan tanpa konflik antar suami isteri. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita bisa mengelola konflik tersebut, sehingga terjadi solusi win-win (sama-sama merasa menang) antar suami isteri.
Memang dalam Islam, suami adalah pemimpin rumah tangga. Namun sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpin yang mampu memberikan solusi win-win. Bukan egois ingin mengalahkan istri (bukan win-lose solution). Contohnya dalam masalah poligami, boleh saja seorang suami menikah lagi namun masalahnya apakah terjadi win-win solution apa tidak dalam pernikahan poligami tersebut. Atau yang terjadi malah win-lose solution, sehingga isteri merasa dizalimi dan kecewa.
Sebab yang penting itu bukan poligami atau monogaminya, tapi yang penting itu bahagianya. Makanya pernikahan poligami yang dilakukan dengan diam-diam bak menyimpan api dalam sekam. Yang jika ketahuan, bisa menjadi konflik berkepanjangan antar suami isteri sampai menyeret kesehatan mental anak-anaknya.
Selain itu, jika bertengkar dengan pasangan TIDAK BOLEH SALING MENGANCAM akan menceraikan dan melakukan KDRT (kekerasan Dalam Rumah Tangga). Ada suami tertentu yang jika bertengkar suka mengancam ingin menceraikan istrinya, bahkan berkata kasar dan memukul istrinya.
Lebih baik redam emosi dengan diam dan meninggalkan gelanggang pertengkaran. Sebab sebagian masalah rumah tangga itu bisa selesai bersamaan dengan waktu yang berlalu (akhirnya sama-sama merenung untuk memperbaiki diri).
4. BERSAHABAT DENGAN PASANGAN
Pernikahan yang langgeng adalah pernikahan yang menjadikan pasangan kita sebagai partner atau sahabat. Pernikahan yang langgeng adalah pernikahan yang akrab, yang saling curhat-curhatan, dan relatif tidak ada rahasia di antara suami isteri. Mereka tertawa bersama, menangis bersama, atau dengan kata lain empati satu sama lain. Sering jalan bareng dan sering bercanda. Bahkan nasehatnya pun diselipkan dalam gurauan, sehingga pasangan mikir dan tidak merasa disakiti atau digurui. Kata kuncinya ada upaya terus menerus untuk MESRA DAN ROMANTIS.
Moto relasi dengan pasangan adalah sersan (serius tapi santai) dengan kelakuan pasangan. Punya toleransi dan pemakluman yang luas kepada pasangan. Sebab langgengnya cinta suami isteri berbanding lurus dengan luasnya kesabaran dan pemaafan kepada pasangan.
Itulah antara lain rahasia pernikahan langgeng. Semoga kita semua bisa menjadi pasangan yang langgeng dalam pernikahan yang hanya bisa dipisahkan oleh maut. Aamiiin yaa robbal ‘aalamiin.

Tinggalkan komentar