Madrasah Ramadhan

2–3 menit

Oleh: Iman Santoso, Lc.

{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ }

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” [Surat Al-Baqarah: 183]

Ramadhan 1466 H akan segera pergi dan meninggalkan kita umat Islam di seluruh dunia. Sebulan penuh umat Islam mengikuti prosesi ibadah Ramadhan, bisa disebut Madrasah Ramadhan.

Madrasah atau Sekolah Ramadhan  mengungguli sekolah-sekolah lain baik yang negeri atau swasta. Bahkan mengungguli Sekolah Tinggi atau Universitas. Alasannya cuma satu, karena ibadah Ramadhan yang merupakan Madrasah di bulan Ramadhan yang menetapkan adalah Allah Ta’ala Pencipta manusia, sedangkan Sekolah dan Universitas yang membuat adalah manusia.

Adakah  aktifitas Madrasah yang terbaik melebihi puasa, taraweh dan tilawah ? Tidak ada. Adakah kurikulum terbaik melebihi Al-Qur’an ? Tidak ada. Adakah tujuan sekolah terbaik melebihi ketaqwaan ? Tidak ada. Itulah Madrasah Ramadhan. Aktifitas, kurikulum  dan tujuannya ditetapkan oleh Allah.

Alumni Madrasah Ramadhan adalah Rasulullah Saw,  Sahabat ra, Tabiin,  salafu shalih dan orang beriman dari satu generasi ke ke genarasi. Semoga kita termasuk yang berhasil mengikuti Madrasah Ramadhan dan disebut Alumni Madrasah Ramadhan. Sifat atau tandanya menjadi hamba Allah yang bertaqwa, hamba yang berupaya untuk senantiasa taat pada perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya sesuai ajaran Islam. Hamba Allah yang akan bergembira ketika bertemu dengan Allah Ta’ala, karena sukses berpuasa.

Lebih dari itu, hanya Allah lah yang berhak menetapkan hamba-hamba-Nya yang lulus mengikuti Madrasah Ramadhan dengan nilai dan rangking ketaqwaan masing-masing. Dan  di setiap Ramadhan ada hamba-hamba Allah yang umur kebaikannya bertambah lebih dari  1000 bulan, karena berhasil meraih Lailatul Qadar. Harapannya saya dan anda termasuk yang lulus mengikuti Madrasah Ramadhan dan meraih Lailatul Qodar.

Ramadhan akan segera pergi untuk kembali lagi di tahun depan sampai Kiamat. Tetapi kita belum tentu mendapatkannya, karena setiap diri mempunyai jatah hidup masing-masing.

Bagi orang beriman beribadah adalah tujuan hidup sehingga terus dilakukan meski Ramadhan sudah pergi. Ibadah Ramadhan di tutup dengan ibadah membayar Zakat Fithrah dan Sholat Iedul Fitri. Selagi masih diberi kesempatan hidup, maka terus istiqomah dalam  ibadah bukan hanya di bulan Ramadhan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Wahai manusia! Beribadahlah pada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” [Surat Al-Baqarah: 21]

كونوا ربانيين ولا تكونوا رمضانيين

Jadilah hamba Allah yang beribadah di setiap saat, bukan hanya di bulan Ramadhan

Ramadhan 1466 H adalah Ramadhan terberat bagi saudara kita di Gaza Palestina.  Menjadi saksi bagi perjuangan terberat mereka.  Menjadi saksi bagi dunia akan kekejaman Genosida Zionis Israel yang didukung penuh AS. Sekaligus menjadi saksi  abainya  penguasa Arab terhadap kewajibannya, sebagai tetangga, dan satu  bangsa Arab.  Semoga Madrasah Ramadhan tahun ini mengangkat derajat setinggi-tinggi bagi muslim Gaza Palestina dan menjadi era terakhir bagi penguasa zhalim di dunia, dan bangkitnya kekuasaan umat Islam yang adil dan menjadi Rahmatan Lilalamin.

Selamat Jalan Ramadhan.Taqabbalallahu minna wa minkum

***

Tinggalkan komentar